2015-04-26, by
 

Editorial

Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Yusuf Kalla telah mencanangkan politik luar negeri Indonesia yang bermartabat dan disegani oleh masyarakat internasional. Indonesia menghendaki   hubungan   diplomasi   antar   negara   haruslah   mencerminkan kesetaraan dan penghormatan terhadap kedaulatan suatu negara. Perasaan adanya saling membutuhkan juga sepatutnya mendasari hubungan antar negara sehingga dapat berjalan dengan harmonis, seimbang, dan menguntungkan semua pihak.

Wilayah Timur Tengah menjadi wilayah yang strategis bagi Indonesia. Selain sebagai tempat lahirnya agama Islam yang banyak dianut penduduk Indonesia, wilayah Timur Tengah juga menyimpan energi minyak yang luar biasa sehingga ekonomi dunia amat bergantung kepadanya. Konflik Palestina dan Israel yang tak kunjung usai, revolusi bangsa Arab yang sampai sekarang masih bergejolak, munculnya NIIS (Negara Islam di Irak dan Suriah) serta beberapa permasalahan lain menjadikan Direktorat Timur Tengah Kemenlu RI sangat sibuk menata hubungan diplomasi dengan negara-negara di sana.

Pada edisi ini CMES mengetahkan artikel tentang hubungan diplomasi Indonesia  Mesir dengan  judul  Ketimpangan  Hubungan  Indonesia-Mesir  1950-2010: Kajian Tentang Teori Resiprositas. Artikel ini sangat istimewa karena merupakan hasil penelitian yang dilakukan oleh diplomat handal Indonesia yang sudah berpengalaman, Abdurrohman Mohammad Fachir, yang sekarang menjabat sebagai wakil menteri luar negeri Indonesia. Diharapkan, hasil penelitian ini bisa menjadi bahan diskusi sekaligus kontemplasi bagi penyelenggara negara yang bertugas meningkatkan mutu dan kwalitas diplomasi Indonesia di tingkat internasional,  sehingga  cita-cita  luhur  pendiri  bangsa  yang  tertuang  dalam Undang-Undang Dasar Republik Indonesia sekaligus dapat terealisasi dengan segera.
 
Di bidang sastra, CMES edisi mengangkat artikel Hikayat Alfu Lailah Wa Lailah: Analisis Struktur Naratif. Cerita yang dikenal di dunia Barat dengan Arabian Nights ini dapat disebut sebagai ikon sastra Arab klasik yang masih eksis dan menginspirasi sastra internasional sampai saat ini. Karya ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan mengalami cetak ulang berpuluh- puluh kali. Keistimewaannya menjadikan kajian-kajian tentangnya termasuk struktur naratif sangat menarik untuk dilakukan.

Selain kedua artikel tersebut, dimuat juga artikel Struktur Iklan Komersial di Media Cetak Mesir, Teori Nazhm Abdulqāhir Al-Jurjanī dalam Dalā‟ilu „L-I‟jāz dan Dampaknya Terhadap Perkembangan Ilmu Ma‟ānī, Metafora dalam Kumpulan Cerpen  Chubb  Chattā  Athrāfi  „l-Ashābi‟  Karya  Achmad  Al-Gharbāwī,  Masuknya Unsur-unsur   Pemikiran   Spekulatif   dalam   Islam:   Kajian   atas   Logika   dan Metafisika al-Fārābī.

 

Pemimpin Redaksi


Unduh di sini klik