2013-04-18, by
 

EDITORIAL   

Jurnal terbitan ini menampilkan topik utama tentang konflik Suriah. Topik ini ditulis oleh Dr. Siti Muti’ah Setiawati, M.A. dari Jurusan Hubungan Internasional Fisip UGM dan Windratmo dari Departemen Luar Negeri  Jakarta.

Sebagai sesama negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam kita berharap agar konflik Suriah segera diakhiri. Maka kedua belah pihak dari kelompok yang bertikai hendaknya segera mengendalikan diri. Presiden AS. Barack Obama, telah memperingatkan Presiden Suriah, Bashar al-Assad, bahwa akan menjadi “kesalahan tragis” jika menggunakan senjata kimia dalam meredam pemberontakan rakyak negara itu. Damaskus telah mengaku punya persediaan senjata kimia dan akan menggunakan senjata itu jika diserang pihak asing.

Rancangan resolusi Inggris, yang didukung negara-negara Barat lainnya, mengancam akan menjatuhkan sanksi non-militer, jika pemerintah Presiden Bashar al-Assad tidak menarik militer dan persenjataan beratnya dari wilayah permukiman dalam 10 hari. Rancangan itu juga merupakan salah satu poin dalam rencana perdamaian Annan.

Rusia dan China, sekutu terdekat Assad dan anggota Dewan Keamanan yang memiliki hak veto, berulang kali memblokade upaya PBB dan negara-negara Eropa bahkan untuk melontarkan ancaman “konsekuensi”, bahasa diplomatik untuk kata “sanksi”.

Pendirian Rusia itu sekali lagi memanaskan konfrontasi antara pemerintah Presiden Vladimir Putin dengan negara-negara Barat tentang cara mengakhiri konflik yang terus meningkat di negara Timur Tengah itu. Iran  menegaskan dukungan penuh pada rencana perdamaian utusan internasional.

Usulan resolusi itu akan berada di bawah Pasal VII Piagam PBB, tentang tindakan yang bisa diambil PBB dalam menghadapi ancaman terhadap perdamaian dan konflik serta bisa dilakukan secara militer.



Pemimpin Redaksi

 

JURNAL CMES EDISI JULI-DES. 2012 VOL. 5 NOMOR 1

Klik disini untuk melihat